Sabtu, 06 Oktober 2012

Exen Membimbing Anda

oleh : Yuyu Wahyudin Bani Atmadja
Sejak pulul 6.30 Kakak sudah mulai kotak katik mengerjakan servis mobil, ada permasalahan yang  belum tuntas setelah dilakukan upaya perbaikan pada waktu lalu, yaitu rem untuk roda depan keduanya tidak berfungsi dengan baik. Pengerjaan dimulai dari membuka teng bensin karena master rem mobil VW letaknya adalah dibawah teng dibagian bagasi mobil sebelah depan. Master diangkat dan dibuka kemudian karet master dan pegas pendorong karet master diganti, lalu dites semburan dari lubang ujung master yang natinya menekan minyak rem kebagian selang yang menuju tromol roda depan, baru kemudian lubang master bagian belakang. Ternyata bisa dites namun semburan lubang depan kurang bagus meski karet sudah diganti, untuk sementara disimpulkan kemungkinan selongsong tabung master secara keluruhan ada trabel, perkerjaan tetap dilanjutkan karena walaupun semburan tidak standar tetap masih ada. Kemudian dilakukan penggantian selang metal jalur minyak rem karena yang lama terlihat bocor akibat barang yang tidak standar, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan kampas tromol dan pengaitnya yang kurang mengancing sehingga membuat bunyi gesekan tambahan selain bunyi gesekan wajar antara tromol dan kampas rem, sekalian dilakukan tes semburan minyak rem ke master roda yang seyogyanya juga membuang angin palsu lewat derat nepel, ini dilakukan lewat lubang karet master yang dibiarkan terbuka hingga minyak rem keluar dari sana, tanda udara terdorong dan resiko angin palsu teratasi.
Setelah semua terpasang lalu dites dengan memutar roda depan dan dilakukan pengereman yang ternyata memang kurang pakem namun sudah lumayan dibanding dengan sebelumnya, untuk jalan dengan kecepatan  rendah  antara 40-60 km/jam masih bisa teratasi pengeremannya dibantu oleh rem roda belakang yang memang pakem. Selanjutnya pekerjaan dilanjutkan dengan spuring dengan cara konvensional menarik banang antara ban belakang dan ban depan, sisi ban sebelah kanan sebagai patokan, ternyata memang ban sebelah kiri depan ada selisih sebesar 1,8 cm, pantas saja ban jadi botak sebelah dalam selain kemungkinan buljoin yang kurang bagus ternyata penyebab pertamanya adalah ketidak seimbangan tirod. Kemudian kamilakukan upaya penyetelan. Setelah dicek ternyata model stelannya berbeda dengan mobil VW sejenis tapi tahun berbeda, disana terjadi diskusi kami untuk mencari segala kemungkinan dengan beberapa fakta yang ada, setelah kami duga-duga dengan logika dan pemahaman bersama diperkirakan cara menyetelnya dengan cara memutar tirod sentral, karena didua ujungnya terlihat ada sambungan yang kami perkirakan berderat, maka jika dipeturan akan terjadi memanjang atau memendek. Dugaan kami lalu dicobakan, ternyata keras lalu celah yang dimingkinkan di dalamnya ada derat ditetesi minyak rem, ditunggu kemudian dicoba diputarkan ternyata benar dapat berputar, baru dilihat apakan putaran bergerak mengurangi selisih jarak ban?, tenyata benar bergeser… Alhamdulillah.
Demikian lakukanlah exen, kerjakanlah, nanti permasalahan akan lebih kentara dan jelas dari pada dipikirkan sambil duduk. Banyak hal dapat ditemukan di lapangan dengan hasil yang lebih tepat dan spesifik.  Yang utama adalah keyakinan bahwa pasti ada jalan keluar. Ini adalah contoh kasus pada teknik yang lebih mudah perkiraannya. Kasus manajemen, sosial  dan kemanusiaan juga semua memiliki kaidah umum dan simpul-simpul pemecahan. Khususnya masalah selain tehnik alias masalah menyangkut manusia, “ Definisikan masalahnya dulu “, baru kita dapat mencarikan solusi dengan lebih terarah danspesifik. Thomas Alfa Edison melakukan penelitian dan percobannya demikian mengutamakan exen, hingga  ia membuat statement tersohor, “ inspirasi 1% kerja keras 99%….”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar