Sabtu, 06 Oktober 2012

Jumlah Mufidah

umlah Mufidah

Jumlah Mufidah adalah susunan ata gabungan dari beberapa kata yang mempunyai arti sempurna. Contoh :
jumlah mufidah/kitab nahwu sharafDia sakit                                                                  :               هُوَمَرِيْضٌ
Engkau seorang guru                                            :           أَنْتَ أُسْتَاذٌ
Ia sedang menulis di papan tulis                        :           هُوَ يَكْتُبُ عَلَى السَّبُوْرَةِ
Engkau sedang membaca al-Qur’аn                  :           أَنْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنِ
Keterangan :
Jumlah mufidah dalam bahasa arab disebut     كلام  , atau kalimat sempurna dalam bahasa Indonesia. Yaitu gabungan dari beberapa kata yang mengandung arti sempurna, terdiri dari subyek dan predikat ( S dan P ).
Lafadz   اكتب  di sebut satu jumlah sekalipun terdiri dari satu kata, karena mempunyai arti ; tulislah oleh kamu. Demilian juga dengan lafadz   إِقْرَأْ   : bacalah ,   إِجْلِسْ  : duduklah  ,  إِسْمَعْ  : dengarkanlah.
Sementara lafadz     مِنَ الْمَدْرَسَةِ  : dari sekolah , sekalipun terdiri dari dua kata , tidak bias di sebut jumlah mufiidah / kalimat sempurna karena pengertianya belum lengkap atau tidak sempurna.

Pembagian jumlah mufidah

Jumlah mufidah terbagi menjadi dua bagian :
  1. Jumlah ismiyyah adalah jumlah yag di awali dengan isim.
Contoh  :
Ali sakit                                                      :           عَلِيٌّ مَرِيْضٌ
Ahmad bepergian                                     :           أَحْمَدُ مُسَافِرٌ
Ayah Sedang membaca al-quran           :           أَبِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
  1. Jumlah fi’liyyah adalah jumlah yang di awali fi’il.
Contoh :
Telah sakit Ali                                                     :           مَرِيضَ عَلِيُ
Telah Bepergian Ahmad                                   :            سَافَرَ أَحْمَدُ
Sedang membaca Ayahku Al-Quran              :           أَبِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

Penjelasan tentang jumlah mufidah

Jumlah Mufidah :
Susunan kalimat sempurna / jumlah mufidah dalam bahasa arab terdiri dari dua pola  :
  1. Kalimat yang tersusun dari subyek + predikat. Di sebut dengan jumlah Ismiyyah.
  2. Kalimat yang tersusun dari predikat + subyek . Di sebut dengan Jumlah Fi’liyah.
Susunan kalimat diatas tidak dikenal dalam istilah bahasa Indonesia. Dalam proses menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia tetap di dahulukan subyek daripada predikat. Contoh :
Rasulullah telah bersabda               :           قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
Aisyah telah keluar                         :           خَرَجَتْ عَائِشَةُ
Sementara jika mau menerjemahkan ke dalam bahasa arab, seperti : “ ayahku sedang shalat di masjid” . Bisa di tulis dengan dua pola, yaitu :
أَبِيْ يُصَلِّى فِيْ الْمَسْجِد         atau      يُصَلِّى أَبِيْ فِيْ الْمَسْجِدِ
Demikian sedikit penjelasan tentang jumlah mufidah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar